Merangkai Harapan Tanpa Henti: Puisi Setiabasa

Patah Tumbuh, Hilang Berganti

Yang patah tak selamanya sirna
Dari celah retak, tunas muda menjelma
Hilang bukan akhir, hanya jeda semesta
Menata ulang, tautkan yang ada

Di bawah langit yang fana ini
Hidup merangkai harapan tanpa henti
Patah tumbuh, hilang berganti
Begitulah waktu merajut harmoni

Rintis, 10 Desember 2024

Setiabasa, seorang ibu rumah tangga, ibu dua orang putra dan nenek sepasang cucu. Menyukai membaca sejak kecil: fiksi, non-fiksi dan juga puisi. Sedang belajar menulis puisi di Asqa Imagination School dan Ruang Kata. IG: @setia.xu

Comments (0)
Add Comment