Merindu Renung: Puisi Ade Puspita Ningsih

Selasar membentang sepanjang pandang
Meniarapkan liar kelu enggan berlayang
Aku berdiri menentang karang
Gelakku meniup ruh lantas terguncang
Entah apa yang tengah bersemayam
Terus ku berai limbung dalam diam
Kendati batin terpatri temaram
Tersuguh sayup dalam pualam
Menjemput raga liar menghardik jeram
Aroma udara menjeramah rongga dada
Ingin hening antara kalut meraja
Seolah tiada ruang bagi riuhnya isi kepala
Mendangkal beku berhujan dahaga
Apakah aku yang terlalu memandang fana?
Mengurai jenuh merindu renung
Melerai peluh terselubung
Tak ingin aku terus bergantung
Oleh pikirku yang membui relung
Gamang berkalut nan murung
Riuh tak berpijar
Berombak nan sukar
Ingin kembali berpendar
Rimpuh hendak mengejar.

21/1/2024

Comments (0)
Add Comment