Berdoa di Makam Batu
kepada prof. husnan bey fananie
menapak sunyi berpagi-pagi
menyusuri lorong panjang baku
sejarah telah dihamburkan pada peradaban lalu
seperti ranting jatuh saat melepas lambai terakhir musim gugur
sedu-sedan bersahutan di lipatan kitab lama dan tumpukan batu
tertunduk aku di makam maulana yahya al bacuvi
terjelma dari timbunan sampah masa lalu
sejarah dibenamkan atas kesumat dan murka
Allah tak diam
azerbaijan masih ada
meski tinggal sisa sejarah
berdarah-darah
berdoa di makam batu
bagi sang maulana
tak ubah membuka sejarah batu
berat dan kelu
tapi Allah Maha Tahu
menyusuri batu-batu
di jejak istana syirvansyah
seperti membuka kitab lama yang terluka
sejarah ditulis tak hanya tinta
tapi juga darah dan nestapa
baku, azerbaijan, 15 september 2019
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com