SEPIKU YANG MEMBISU DI LAUT PALING BIRU
Kelak nanti kau akan kembali merindukanku
lewat sajak-sajak yang selalu kugali
dari isi kepalaku yang sedalam laut biru
Aku bisa kau temukan di antara deburan ombak
atau ombak yang menyisir pasir
sepanjang pesisir
aku ada di situ
entah tergambar dari jejak kakiku
atau jemariku yang melahirkan puisi-puisi
tantang aku dan laut di matamu
yang penuh rindu paling hijau
Kelak nanti kau akan merindukanku
sebagaimana pelaut yang tak lagi melaut
lalu air mata rindunya jatuh dan menyatu
di hamparan laut biru
Bila kerinduan itu terjadi
cukup kau menggunakan sepiku yang membisu
aku akan menemanimu
sebagaimana sunyi
yang selalu abadi bersama puisi
Tahoku, 25 November 2021
- Pria kelahiran Tahoku, 03 April 1995. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di ataranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021. Selain menulis ia juga beraktifitas sebagai pengajar.
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com