Sebuah Perjanjian | Puisi : Mohammed Al Syafiq

SEBUAH PERJANJIAN

Kita pernah sempat,

Berjanji untuk saling tidak melukai

Tapi lupakah engkau

Saat daun-daun gugur

Dan hujan melingkari di kepala kita

Kita memainkan peran ribut yang paling menakutkan

Aku memainkan badai

Sedangkan kau memainkan kilat petir

Kita bertarung kata

Dalam riuh badaimu,

Yang kuingat hanyalah air matamu

(2022)

Mohammed Al Syafiq, itulah nama penanya. Seorang penikmat sastra sekaligus mahasiswa. Ia bermastautin di Bengkalis. Pria kelahiran Pangkalan Batang pada 20 Febuari 2001 ini aktif di beberapa organisasi literasi seperti Rumah Sastra Bengkalis, FLP Cabang Wilayah Bengkalis, dan Komunitas Menulis Bengkalis. Karya puisinya telah di bukukan antologi bersama, Rindu Si Anak Pulau (Oase Pustaka,2020) adalah buku antologi puisi tunggal pertamanya.
puisisajaksastra
Comments (0)
Add Comment