Puisi-puisi Dedy Bachta

Sisa Waktu

Di ujung tahun, ia menyeduh secangkir kopi
gerimis jatuh seperti sisa-sisa kenangan.
Ia duduk, menghitung langkah yang tak kembali,
dan sengaja ditinggalkan demi bertahan.

Padang Panjang menyimpan jejak hidup,
tawa yang sempat singgah lalu pergi.
Rembulan menua di wajah yang ia sembunyikan,
ia menutup tahun;
lelah, namun belum menyerah.

Tanpa Pamit

Mereka tahu suatu hari langkah harus dipilih,
ketika senja belum selesai dan malam datang terlalu cepat.
Di meja kayu, gelas diangkat tanpa bersulang,
keputusan lahir dari diam yang terlalu lama dipelihara.

Mereka meninggalkan rumah,
menunggang kuda menuju arah tak berhaluan
Tak ada pamit, sebab pamit hanya menunda,
dan hidup harus dituntaskan sepenuhnya.

Air Mata Sumatra

Sebelum subuh sempat bernafas,
Batipuh telah lebih dulu menggigil.
Dari lereng ke serambi rumah-rumah kayu.
Sumatra menangis di akhir tahun yang basah.

Tanah mengucurkan kabar
yang tak ingin kita dengar:
air mata bumi jatuh lagi, Tuan;
terlalu deras untuk ditampung
oleh dada siapa pun yang belajar ikhlas.

Serambi Kata

Tuan,
duduklah sebentar di serambi kata
Malam berlalu tanpa sempat memejam.
Dentum bukit memecah sunyi,
lebih keras dari doa yang kita mohonkan
Tanah bergetar antara rindu dan takut di penghujung tahun,
Kita hanya bisa saling diam.
Dan diam itu menjadi satu-satunya ikhtiar.
Agar air mata tidak jatuh, mendengar kabar.

Litani Akhir Tahun

di penutup tahun,
aku memanggil namamu.
seperti tanah memanggil hujan pertama;
pelan, agar rindu tumbuh tanpa luka.

di Tepian Tikalak,
Danau Singkarak bernafas di dadaku.
airnya menyimpan namamu
seperti tubuh menyimpan sentuhan terakhir;
diam, dan tak pernah benar-benar pergi.

Dedy Bachta lahir di Padang Panjang pada 3 September. Saat ini, ia bekerja dan berdomisili di Sijunjung, Sumatera Barat. Buku tunggal pertamanya berjudul “Sajak untuk Jie” yang terbit pada tahun 2024. Puisi-puisinya juga terdapat di beberapa buku antologi. Saat ini, Ia termasuk peserta yang lolos 36 besar Anugerah COMPETER 2026, sebuah ajang sastra yang pemenangnya akan diumumkan 01 Januari 2026 mendatang. Aktif sebagai guru di SMK Negeri 2 Sijunjung, mengampu mata pelajaran Produktif Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Dapat dihubungi melalui: Email: dedybachta@gmail.com. Instagram: @dedybachta. Facebook: Dedy Bachta

Comments (0)
Add Comment