Berharap Esok
Suara tawa bersahutan
Menjelang malam sunyi
Mainan tercecer di lantai
Kau berharap esok
Lebih cepat menyapa
Sejak cahaya fajar benderang
Buku dan kotak pencil bergandengan
Menyelinap di dalam tas mungil
Kau bergegas pergi
Sebab matahari serupa jam dinding
Pengingat masa depan
Pagi yang cerah
Menuntun nasib cemerlang
Lalu memeluk bintang di langit
Subang, 15 November 2025
Pada Akhirnya
Pada akhirnya
Jejak-jejak putih perlahan lenyap
Tersisih oleh wajah langit
Semua enggan berontak
Kini buram
Pada akhirnya
Gemerlap kota yang angkuh
Berhasil memoles jati diri
Semua telah bercampur
Tak dikenali lagi
Pada akhirnya
Malam mengajarkan keseimbangan
Tak selamanya gelap
Ada kalanya datang terang
Subang, 24 Oktober 2025
Dewis Pramanas, Lahir di Subang,1 Maret 1987. Hobi menulis puisi dan membaca buku membawanya aktif bergiat di berbagai komunitas literasi daring. Buku puisi tunggalnya berjudul Perindu Hujan (2021) sementara karya-karya puisinya juga termuat di sejumlah media daring. Baginya, menulis adalah ruang untuk membebaskan imajinasi dan menyuarakan keresahan hati. Instagram: @dewispramanas