Puisi-puisi Nur Indah

Fort Rotterdam

Di Makassar, angin mamiri berhembus lembut mengusap kenangan, membangkitkan denting rindu.

Jalan-jalan malam, gelap yang bersahaja
Tawamu terpancar, di setiap langkah yang tak pernah salah.

Fort Rotterdam, tembakan meriam terdengar sayup
Saksi bisu kita, kenangan yang tak pernah pupus.

Malino, 19_12_2025

Simbol Budaya

Gendang berdentum, suling Melayu
Melodi membangkitkan semangat, jiwa tak pernah tidur

Di malam sunyi, di panggung yang anggun
Penari pakarena berputar, menari lembut
Kipas di tangan, senjata pesona tak terkalahkan

Tari Pakarena, simbol budaya
Kekuatan wanita, kecantikan yang tak pernah pudar
Di setiap langkah, di setiap gerakan
Menghiasi Makassar, dengan megahnya
Pakarena melenggang dalam irama keabadian.

Malino, 20_12_2025

Panah Misterius

Di jalan sunyi, di malam gelap
Panah misterius sabar mengintai
Tidak ada suara, tidak ada jejak
Hanya rasa takut yang tak pernah hilang.

Kota yang tenteram, kini menjadi ricuh
Aksi kekerasan, panah melayang mengancam nyawa
Warga waspada, mata tak pernah terpejam
Menunggu keadilan, harapan tak pernah mati.

Malino, 20_12_2025

Nur Indah, perempuan kelahiran Oktober 2000 di Desa Malino. Bergabung di komunitas COMPETER Indonesia. Lulusan SMA dan suka dengan sastra, literasi, dan seni. Ia masuk dalam 36 besar Anugerah COMPETER Indonesia 2026, yang juaranya akan diumumkan tanggal 1 Januari 2026.

 

Comments (1)
Add Comment
  • Dian R

    Semangat, ya kak. Terus berproses, sampai kita petik buah paling manis