Rajutan Mimpi di Malam Sepi: Puisi Ficto

Di sini, di malam ini,
aku masih mampu berdiri,
memandang hari—
meski luka,
perih tusukan duri
masih terasa nyeri di hati.

Cerita dan kisah
datang silih berganti,
memberi warna
pada setiap nafas yang ku dapati.

Akankah sendiri
selalu memeluk sepi?
Sedang detik berganti,
enggan limpahkan simpati
untuk sebuah harapan
yang pernah kugantungkan—
masih menjadi misteri.

Jika pun nanti kutemukan
sudut kosong yang sunyi,
mungkinkah mampu kusinggahi?
Menerima apa yang ada,
menjalin rajutan mimpi,
untuk dijadikan senyuman
yang indah di hati.

#Anaksungai
2 September 2025

 

Comments (0)
Add Comment