Gelap warnanya, yang dapat dibaca mata hanya hitam.
Terang saja, nampak segala sudut pampang. Terkadang.
Lebih dari lima puluh persen, metafora bahagia menginginkan seragam kulit sampai ke daging.
Ada udara setiap segala, menyelang yang mempertahankannya tetap tampak, belakang mata pun.
Gula mendamba inang supaya di rasa manis sampai ke darah pada saat puisi bungkam.
Kelam terang membisu basa.
Basi hidangan sampai ke sisa.
Pekanbaru, 24 April 2024