Sketsa Skena: Puisi Wahyu Mualli Bone

Sketsa
Kalau disederhanakan
Pra rancangan dengan medium garis

Sketsa
Diterapkan secara esensi dengan adanya sebuah ungkapan emosi, ekspresi dan intuisi kedalaman kesan objek yang digambar

Skena
Merujuk singkatan viral dari tiga suku kata
Sua
Cengkrama
Kelana

Skena
Ada pula menunjuk pada ujung kepala hingga ujung kuku kaki
Rambutnya juga sampulnya
Alas kakinya
Baju
Rok
Celana

Yang namanya sebuah sketsa
Tentu tidak mengarah sempurna
Cukup garis besar ataupun garis kasar
Agar tergambar tanda-tanda dasar

Sketsa
Kalau disederhanakan
Pra rancangan dengan medium garis

Sketsa
Diterapkan secara esensi dengan adanya sebuah ungkapan emosi, ekspresi dan intuisi kedalaman kesan objek yang digambar

Skena
Ada yang menggambar pada nilai selera
Sikapnya
Bicaranya
Juga pahamnya

Sketsa Skena
Tanda tanya tali
Menimbang suatu peristiwa

Sketsa Skena
Tangga baru jadi
Melabuh sangka duga

Lihat mengapa air
Tidak semuanya jernih
Lihat mengapa api
Tidak semuanya merah
Lihat mengapa tanah
Tidak semuanya subur
Coba rasakan angin tidak selamanya tenang

Perhatikan cahaya pada redup terangnya
Setiap jangkaunya sesampai suluhnya
Ada yang tergambar lengkap depannya
Ada yang tergambar belakangnya saja
Ada setengah, sebelah, sepenggal, secebis bahkan hanya bayangnya

Di sini melihat apa gambarnya
Di sana melihat apa bentuknya
Di sini mendengar apa gumamnya
Di sana mendengar apa arti katanya
Di sini merasa sejalankah rasa
Di sana merasa banyak ragamnya

Oh
Sketsa Skena
Oh
Sketsa Skena

Sketsa Skena
Sketsa Skena
Sketsa Skena
Dalam duga
Dalam rasa
Dalam raba
Depan mata

Batang Duku-Bengkalis, 9 Desember 2024

 

Comments (0)
Add Comment