Jauhmu dari India tak menyia,
perjalanan sunyi ratusan tahun lalu membawamu pada tanahku. Putik-putik memikat serupa musim semi, ungu, hijau, putih, kadang berpadu di antaranya.
Aku tak keberatan andai kau berkerabat dengan kesenanganku yang lain, leunca, tomat atau kentang. Rasamu tetap merajai lidahku yang tak berpantang.
Nama indah Solanum Melongena, mengecapmu acap buatku terlena.
Batangmu yang terna, gagah tak meragu menopang berlaksa buah terjuntai santai.
Tetaplah manjakan lidah tak kunjung sudah, bila kau terhidang, nikmat mana lagi yang kudustakan.
Yogyakarta, 24 Desember 2025