Tabur Bunga di Teluk Krueng, Laksamana Keumalahayati: Puisi Briantono Raharjo

Kelancangan tangan para penindas
Melecut nyali para janda dan perawan
Berangkat menghimpun jiwa dan tekad
Mengembangkan layar melubangi badai.

Serupa sengketa di Termophilae
Sekujur Teluk Krueng membara
Barisan kapal buas bergerilya
Mengemban hasrat bebas merdeka

Dalam kemelut di muka Samudera
Keumalahayati menabur benih sejarah
Menghunus senjata, memecah ombak
Memandu jundi perkasa Inong Bale

Sebelum fatwa jihad menghalau agresi
Sebelum memoar dan surat kesetaraan
Sebelum sumpah pemuda berhimpun
Laskar Keumalahayati menabuh gemuruh abadi

Mendung nusantara di penghujung Juni
Tahun Seribu Enam Ratus Lima Belas
Bukanlah masa akhir gerilya srikandi
Kala bunga perjuangan tumbuh di Krueng

Jakarta Selatan, 24 November 2023

Briantono Raharjo. Pria berputra satu yang biasa mencurahkan ilhamnya di bumiarena.blogspot.com ini telah sukses melibatkan diri dalam penyusunan 12 karya antologi sejak 2018 hingga saat ini. Adapun dua karya buku solo yang telah dirilisnya antara lain: Kelelahan yang Kita Rindukan pada 2020 dan Rumah Katup Jantung pada Agustus 2022.

Comments (0)
Add Comment