Terkungkung Ilusi: Puisi Yulia Nurwahid

Kau telah lama pergi
Tinggalkan sejuta lara di hati
Diam-diam kutitip rindu pada angin
Agar ia terbang menuju ragamu
Sebab tubuh selalu terkungkung ilusi

Masih kuingat saat kita nikmati kopi dari tetesan embun
Lalu menyapa mentari yang sedang mengecup pucuk cemara
Saling bertukar senyum dan mendekatkan sorot mata

Rona senja telah menjingga
Burung-burung kembali ke peraduan
Perlahan rinai menghapus bayang-bayang
Aku telah memeluk asa tanpa raga

Padang, 27 November 2023

Yulia. Kelahiran Aceh Barat, 10 Juli 1991. Memiliki nama pena Yulia Nurwahid. Sehari-hari sibuk mengurus rumah tangga dan dua gadis kecilnya. Ia telah menulis sejak Oktober 2023. Puisinya dimuat di media online; Tirastimes.com. Ia aktif di Asqa Imagination School (AIS) #40. Kini masuk ke dalam 30 Besar Anugerah COMPETER 2024, yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2024.

Comments (0)
Add Comment