Yo Vivo en Melbourne: Puisi Joyce Arifin

ketika matahari lahir di balik awan, mawar tertawa, lavender tersenyum, kumbang menari, rama rama berdendang,
gigil musim pamit ke peraduan.

ketika matahari mulai enggan tertawa, daun jatuh lunglai satu satu, bunga bunga tak lagi tertawa,
walaupun langit tetap biru, ada sendu yang tersisa.

Oh Melbourne, yang tak lelah memanggul empat musim
bunga tertawa, berganti tangis diterjang angin musim gugur, tak berdaya menahan gigil musim dingin,
tak putus sabar menunggu putik ketika musim semi datang mengetuk pintu.

aku tersadai di kota ini, berdamai pada diri

Melbourne, 9 Desember 2024

Joyce Arifin, lahir di Pangkal Pinang Bangka, 8 November 1952. Ibu dari seorang putri yang sudah menikah.Mengenyam pendidikan akutansi sampai selesai di Universitas Jayabaya Jakarta. Sebelum pensiun bekerja di desa Pengalihan Indragiri Hilir Riau. Senang menulis sejak remaja. Mengikuti kelompok menulis puisi di komunitas 50 plus. Sekarang menimba ilmu di Asqa Imagination School.

 

Comments (0)
Add Comment