Bumiku,
tempat kakiku berpijak,
Bumiku,
tempat air jernih mengalir,
Bumiku,
tempat hutan nan hijau bertahta,
Bumi dan seisinya,
dengan segala keindahan yang tercipta.
Bumiku menangis,
di bawah pijakan kakiku berserakan sampah.
Bumiku marah,
aliran air yang tak lagi jernih,
banjir melanda di mana-mana.
Bumiku resah,
pohon-pohon hijau ditebangi tanpa perasaan,
mengundang longsor di sekitarnya.
Kini,
Bumiku tak sekuat kemarin,
Bumiku tak sejernih kemarin,
Bumiku tak sehijau kemarin,
Bumiku tak seindah kemarin.
Dan,
Bumiku menjerit
Randudongkal, 28 Desember 2025
Esti Fajar Ihdayanti. Perempuan, lahir di Pemalang tanggal 15 Maret 1977. Seorang karyawan swasta, sebagai Staf Administrasi di SMP Swasta di tanah kelahiran. Dulu seneng banget corat coret dengan tulisan, tentang apa yang sedang dirasakan. Hobi ini terpendam dan terhenti begitu saja. Sejak bergabung dengan kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) #64, sepertinya hobinya akan kembali tersalurkan. IG: @esti_fajar7