Bumiku Menjerit: Puisi Esti Fa

30

Bumiku,
tempat kakiku berpijak,
Bumiku,
tempat air jernih mengalir,
Bumiku,
tempat hutan nan hijau bertahta,
Bumi dan seisinya,
dengan segala keindahan yang tercipta.

Bumiku menangis,
di bawah pijakan kakiku berserakan sampah.
Bumiku marah,
aliran air yang tak lagi jernih,
banjir melanda di mana-mana.
Bumiku resah,
pohon-pohon hijau ditebangi tanpa perasaan,
mengundang longsor di sekitarnya.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Kini,
Bumiku tak sekuat kemarin,
Bumiku tak sejernih kemarin,
Bumiku tak sehijau kemarin,
Bumiku tak seindah kemarin.
Dan,
Bumiku menjerit

Randudongkal, 28 Desember 2025

Esti Fajar Ihdayanti. Perempuan, lahir di Pemalang tanggal 15 Maret 1977. Seorang karyawan swasta, sebagai Staf Administrasi di SMP Swasta di tanah kelahiran. Dulu seneng banget corat coret dengan tulisan, tentang apa yang sedang dirasakan. Hobi ini terpendam dan terhenti begitu saja. Sejak bergabung dengan kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) #64, sepertinya hobinya akan kembali tersalurkan. IG: @esti_fajar7

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan