Entah kenapa kamu terlihat terlalu kopi, bukankah sudah berulang kali kukatakan jika aku bukanlah gula jawa.
Haruskah bekali-kali pula kukantongi asin keringatmu!
Abaimu membuat puing-puing asa kian menjelaga, penuh sesak rintih dalam jiwa.
Lagi-lagi kamu mendiami kopi paling pekat, hitam!
Aku terbiasa dibesarkan angin. Mengajariku cara menyusun awan hingga menabur hujan untuk kesuburan bumi.
Aahhh….
Kamu terlalu kopi, kawan!
Rokan Hilir, 4 November 2023