Kamu: Puisi Bunda Swanti

96

Entah kenapa kamu terlihat terlalu kopi, bukankah sudah berulang kali kukatakan jika aku bukanlah gula jawa.
Haruskah bekali-kali pula kukantongi asin keringatmu!

Abaimu membuat puing-puing asa kian menjelaga, penuh sesak rintih dalam jiwa.
Lagi-lagi kamu mendiami kopi paling pekat, hitam!

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Aku terbiasa dibesarkan angin. Mengajariku cara menyusun awan hingga menabur hujan untuk kesuburan bumi.
Aahhh….
Kamu terlalu kopi, kawan!

Rokan Hilir, 4 November 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan