Kedai Kopi di Brebes: Cermin Kang Thohir

Awalnya aku dan temanku pergi ke Larangan untuk pergi ke Caffenya, namun setelah aku telusuri jalan sampai di rumahnya, eh ternyata dia di rumahnya kukira dia sudah di sana (Caffe), akhirnya aku singgah di rumahnya saja dengan disuguhi wedang bajigur engetan. Kami mengobrol ngalor-ngidul berbagai tema. Satu jam kemudian lebih kami pun pamit pulang dengan agak sedikit bingung. Sampai akhirnya aku berhenti di koperasi Brebes, tapi setelah berhenti di situ orangnya enggak ada dan ditelpon pun katanya lagi acara rapat, dan akhirnya kami pun lebih memilih untuk tidak mengganggunya dan sempat bingung, akhirnya kami pun mencari-cari caffe di Brebes untuk mengopi. Akhirnya kami berhenti di Caffe dan memesan kopi susu Thailand dua. Kami berdua asyik menikmati ruang yang ada di sini sambil lihat-lihat dan menunggu pesanan datang, ya meski ada banyak pemuda remaja pada nongkrong-nongkrong di Caffe sambil bermain gitarnya dan bernyanyi. Sedikit terganggu, tapi tak apalah yang penting senang. Kopi pesanan pun datang dengan diantarkannya, aku pun meminumnya tapi rasanya kok pahit gitunya, eh ternyata kopinya belum aku aduk, pantesan pahit rasanya. Hehehe. Akan tetapi, setelah itu kopinya mantap dan enak. Alhamdulillah.

Brebes, 2024

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Kini sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku.

Comments (0)
Add Comment