Bukan Soal Tahanan Berbaju Pink: Catatan Nafiah al-Ma’rab

Hal menarik dari proses pertukaran tahanan Palestina dan Israel pada hari kedua gencatan senjata bukan hanya soal senyuman perempuan berbaju pink tahanan Israel yang ditemani pejuang. Ia disebut-sebut seperti baru selesai piknik dari hotel. Bukan seperti habis ditahan lho, senyumnya mengembang sambil menenteng tas. Tidak hanya itu, ada lagi.

Para pejuang yang didominasi Al Qossam (sayap militer Hamas) itu untuk pertama kalinya setelah 15 bulan berjihad akhirnya muncul di pusat kota. Mereka benar-benar hero bagi rakyat Palestina. Ribuan rakyat berkumpul untuk bertemu pejuang yang menggiring tahanan. Anak-anak mengerumuni para pejuang sambil mencium tangan. Orang dewasa sibuk mengajak selfie para pejuang. Begitulah mental rakyat Palestina, idola mereka adalah pejuang-pejuang Allah untuk pembebasan Al Aqsa dan negerinya. Bertemu para pejuang itu seperti bertemu artis kebanggaan mereka, MasyaAllah.

Seorang pejuang yang sedang berkendara berkata, “Mudah saja menjadi seorang pejuang, yang sulit dan luar biasa itu warga Palestina,” katanya. Pernyataan ini adalah bentuk kerendahan hati atas amalan yang ia lakukan, sebaliknya ia mengangungkan orang lain. Benarlah mereka para pejuang yang menjaga keikhlasannya. Mereka menutup wajah dan mereka merelakan dua pimpinannya syahid. MasyaAllah.

Jika hati sedang lemah, maka tanah Palestina lah yang akan menguatkannya.

Lubuk Batu Jaya, 20 Januari 2025 Pukul 21.00 WIB

 

Comments (0)
Add Comment