Iran: ‘Untukmu Wahai Gaza’: Catatan Nafi’ah al-Ma’rab

Saya menulis artikel ini pada tahapan serangan ke-14 Iran atas Israhel. Iran memulai serangan rudal berat mereka dan menyasar rumah sakit tempat para intelegent dan tentara IDF dirawat. Rumah sakit itu berdiri di sebelah rumah sakit Soroka, tempat warga sipil dirawat. Tentu saja tujuannya agar musuh takut menyerang bangunan tempat para tentara dirawat.

Namun, Iran dengan keganasan rudal-rudal beratnya tak peduli, target Iran adalah menghabisi infrastruktur militer dan bukan warga sipil. Seperti biasa Israhel playing victim, ‘hai dunia, lihatlah Iran menyerang rumah sakit.’

Namun, dunia hanya diam. Sebab dunia tahu bagaimana Israhel dulu menghabisi rumah sakit-rumah sakit di Gaza. Semua itu atas izin Allah terjadi pula pada mereka saat ini.

Iran, terlepas apapun keyakinan agama negara itu, dengan bangganya mengunggah satu kalimat mengagumkan usai menghancurkan rumah sakit militer Israhel. Dalam unggahan media massa negara itu, mereka menuliskan, ‘Untukmu Wahai Gaza.’ Sebuah kalimat yang membuat haru biru warga Gaza seketika itu.

Menyaksikan pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamene berbicara di hadapan media, kita seperti menyaksikan tokoh-tokoh utama dalam sebuah film-film kerajaan bersejarah dunia.

Ekspresi yang tenang ditunjukkan pria yang sudah diancam Trumpt untuk menyerah tanpa syarat itu. Ia mengatakan, “kita harus memberikan tanggapan yang kuat pada rezim Zi0nIsT. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada ZIOnIsT,” tulisnya di media sosial X pada Rabu, 18 Juni 2025.

Apapun opini kita tentang Iran saat ini, fakta di depan mata negara itulah yang dengan lantang dan berani membela Gaza, melawan Israhel dan Amerika. Di saat negara-negara sunni hanya diam terjajah secara kepentingan, Allah menurunkan caranya untuk membantu kaum Musliman dari tangan orang-orang yang dianggap musuh sekalipun.

Dalam peperangan Iran dan Israhel ini, tentunya dunia tidak hanya tertuju pada dua negara itu saja. Bagaimana Trumpt dan Putin bermain di belakangnya, memberikan peran dukungan masing-masing, ini akan jadi pengamatan menarik untuk disimak.

Putin bilang, Iran belum meminta bantuan atas peperangan ini pada Rusia, sementara Israhel sudah sibuk merayu negara G7 untuk mendukungnya, dan itu berhasil. Kita akan saksikan bagaimana ketangguhan Iran menghancurkan ZI0nIsT.

Bagaimana perspektif negara-negara Islam dunia atas posisi Iran saat ini.

Walaupun demikian, peperangan besar ini juga akan berdampak pada kondisi ekonomi dunia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan terjadi kenaikan harga minyak dunia sebesar 8% atas peperangan dalam beberapa hari ini.

Dampak ketidakpastian ini akan terus terjadi dan tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan resesi ekonomi global dunia.

Ya, kita hanya pengamat. Apapun itu, semoga dampaknya terbaik untuk Gaza, ummat Islam, dan seluruh penduduk dunia yang mencintai kedamaian.

De Daikos, 19 Juni 2025

Comments (0)
Add Comment