Menjaga Totalitas Kerja di Forum Lingkar Pena (Catatan Pelantikan Anggota Andal FLP Tahun 2025): Catatan Nafi’ah al-Ma’rab

Di forum pelantikan anggota Andal FLP tahun 2025 malam ini saya menyimak sebuah pertanyaan penuh makna dari salah seorang peserta. Pertanyaan beliau begini, bagaimana bisa menjaga kontribusi keislaman, kepenulisan, dan keorganisasi di FLP secara seimbang dalam kondisi usia kita yang makin lanjut? Apakah bisa?

Ini bukan pertanyaan teori, ini adalah pertanyaan yang jawabnya amal, pembuktian. Memahami tiga landasan rekrutmen FLP (keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian) secara utuh justru hanya dengan melakukannya secara utuh pula.

Apabila ada salah satu yang pincang, maka itulah penyebab pada akhirnya kita terpental dari lingkaran organisasi ini. Sulit? Ya tidak, tidak akan sulit bagi orang-orang yang memiliki komitmen dan loyalitas.

Keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian itu bukan hal yang terpisah, tetapi menjadi satu kesatuan yang utuh. Apabila kita telah memahami dan meyakini bahwa jalan kita menyampaikan kebaikan pada orang lain melalui tulisan, maka semua aktivitas kita di FLP ini pun akan dimaknai sebagai amal kebaikan.

Menulisnya kita, rapatnya kita, lelah-lelahnya kita dalam menyelenggarakan kegiatan, habisnya uang kita untuk mendanai kegiatan, semuanya akan menjadi amal saleh untuk kita sendiri.

Jadi tidak bisa kita memilah-milah, ah aku mau nulis aja, ah aku biar rapat-rapat sajalah nggak bisa nulis. Tidak seperti itu, semua harus berimbang, jalan, dan totalitas.

Biasanya, mereka yang hanya fokus di salah satunya saja, mereka tidak akan merasakan nikmatnya berada di lingkaran kebaikan ini, mereka akan setengah-setengah dalam mencintai, mereka masih terjebak dalam kebutuhan di FLP hanya sekadar memenuhi kebutuhan individu diri sendiri semata. Tentunya tidak demikian. Totalitas akan menghadirkan pemaknaan kita di FLP ini, inilah kerja besar untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Anda menulis itu bukan sekadar Anda populer, branding, dikenal orang, dapat uang, tidak. Menepis rasa ‘aku’ yang masih kuat di dalam diri kita akan terlahir dari jiwa-jiwa yang bekerja secara total dan ikhlas.

Wallahu a’lam

De Daikos, 3 Juni 2025

Comments (0)
Add Comment