Di sebuah kesempatan aku dipertemukan dengan dua orang perempuan yang menurutku sangat memberikan pelajaran hidup. Keduanya sama-sama dari rumah sakit, tetapi penampilannya biasa saja. Tidak terlihat sama sekali mereka sakit. Ternyata keduanya sama-sama melakukan cek rutin di RSUD Pekanbaru. Jauh-jauh dari luar kota, harus rutin setiap pekan untuk melakukan pemeriksaan.
Dalam obrolannya, keduanya ternyata sama-sama mengalami penyakit kanker. Pernah kemo berkali-kali dan sampai sekarang harus terus kontrol ke dokter. Mereka cerita jika teman-teman mereka sudah banyak yang meninggal. Sekarang mereka tinggal menikmati hidup. Katanya, cepat atau lambat pasti giliran mereka akan datang.
Aku termenung. Lalu terbayang tentang asal muasal sel kanker. Terpikir tentang usia. Kedua perempuan itu masih muda, kaya, dan keluarga mereka bahagia. Namun, ujiannya ternyata soal kesehatan. Tidak ada manusia yang lepas dari ujian hidup masing-masing. Aku mengingat-ingat riwayat penyakitku. Ya Allah, aku masih bersyukur. Di usia 40 tahun ini belum ada vonis penyakit serius yang Allah ujikan kepadaku, tetapi kenapa aku tidak bersyukur dan banyak melakukan kebaikan? Aku bahkan terkadang sering mengeluh dengan kurangnya nikmat-nikmat yang lain. Padahal nikmat sehat itu segalanya. Semua kenikmatan hidup ini bisa dinikmati jika sehat. Jika sehat pula kita bisa mempersiapkan kehidupan akhirat yang lebih baik.
Aku ingat, beberapa hari belakangan puasaku tidak rutin lagi karena aktivitas outdoor yang penuh. Padahal di sanalah aku menemukan nikmat sehat yang Allah janjikan. Ya, puasa itu menyehatkan fisik dan hati. Lalu diam-diam, niatku yang semula ingin menikmati hari tanpa puasa keesokan paginya, cepat-cepat kuhapus. Bagian dari ikhtiar menjaga sehat, terutama mencegah sel kanker tumbuh adalah dengan rutin puasa. Autofagi, semua itu bisa didapat melalui puasa.
Menyatukan niat, antara menjaga kesehatan hati dan fisik. Semua bisa diperoleh dari puasa.
Kematian itu tiba-tiba dan sangat cepat. Walau asbabnya kadang bukan penyakit, tetapi ikhtiar menjadi sehat fisik dan hati adalah keniscayaan.
Semoga kita bisa bersyukur dan memanfaatkan nikmat sehat.
Lubuk Batu Jaya, 31 Juli 2025