Sayembara GLN telah diumumkan. Menyisakan banyak perasaan di ribuan hati penulis tanah air. Ada yang bahagia dan ada pula yang sakitnya mendalam. Saya mungkin termasuk yang bisa tersenyum hari itu, tetapi saya telah menangis berbulan-bulan sebelumnya. Saya sudah gagal berkali-kali sebelum itu, sampai akhirnya meskipun hanya satu naskah yang lolos, saya masih bersyukur dan tetap berani menyatakan diri penulis.
Terkait sayembara GLN, ada beberapa hal yang menjadi pengamatan saya. Mungkin ini pembelajaran untuk kita bersama.
Usaha Serius dan Tidak Dadakan
Mereka yang lolos saya lihat adalah mereka benar-benar serius dan menggarapnya penuh persiapan. Sejak hari pertama pengumuman, mereka sudah mematangkan ide, cepat menulisnya, dan punya waktu untuk swasunting. Tidak ada kata dadakan, karena ini kompetisi ide besar secara nasional, semua harus matang dan bagus.
Punya Skill Ide yang Tidak Biasa
Saya membaca dan bertanya soal ide-ide para peserta yang lolos itu, saya benar-benar kagum. Cerita mereka bunya latar, konflik, dan penokohan yang unik dan baru saya dengar. Mereka seperti menggali setiap sudut daerah di Indonesia. Mengagumkan sekali dan saya pikir pantaslah mereka lolos. Semua unsur fiksinya kuat sehingga bisa mengalahkan ribuan peserta lainnya. Jadi, mereka itu bukan pemula. Sudah ada dasar menulis fiksi yang baik.
Para juri adalah praktisi penulis yang punya pengalaman panjang dalam menulis. Pada saat naskah kita dibongkar nantinya, kita akan melihat kehebatan kemampuan kepenulisan juri. ‘Oh ya ya,’ kita akan manggut-manggut. Hal yang tidak kita pikirkan akan bisa dianalisis juri. Di situlah kita akan semakin belajar. Memang belajar lagi dan belajar. Ikuti teknik-teknik panduan kepenulisan yang sering dibagikan para juri di media sosialnya.
Saya termasuk telat mengumpulkan naskah karena memerhatikan tips-tips penulisan dari juri. Walaupun satu naskah saya gagal karena persoalan konflik. Itu saya tidak sadar, dan baru sadar ketika membaca materi juri. Intinya belajar lagi soal skill menulis ini.
Ilustrator Standard GLN
Jangan main-main soal illustrator kalau mau menang. Berani bayar untuk sebuah hasil ilustrasi yang dilirik juri. Pelajaran penting bagi saya di tahun lalu, ilustrasi jadi penyebab naskah gagal di jenjang B2. Sejak saat itu, perjuangan kedua setelah ide dalam GLN adalah menemukan illustrator standard GLN.
Keberuntungan
Definisi keberuntungan itu salah satunya seberapa hebat kekuatan ide lawan, seberapa tepat kita memilih jenjang, seberapa kuat kita menilai selera juri. Menilai itu hanya membandingkan. Kadang jika sedang beruntung, kita akan dihadapkan dengan kualitas ide lawan yang cukup bersaing dengan naskah kita. Namun, jika sedang tidak beruntung, ide kita mungkin jauh di bawah lawan kualitasnya. Jadi semacam ada naskah yang lebih bagus di atas naskah kita.
Naskah Lolos Sudah Selesai Persoalan Teknis
Naskah lolos itu sudah selesai persoalan teknis seperti aturan penjenjangan, EYD, dan teknik penulisan. Bayangkan, ada ribuan naskah yang harus dibaca juri. Jadi kalau menemukan yang kacau persoalan ini udah pasti langsung diskip untuk membacanya.
Apapun itu, jika kita telah mengikuti pestanya penulis Indonesia tahun ini, kita adalah orang hebat yang berani mencoba. Jika belum berhasil, perlu sekali mengevaluasi masalahnya di mana. Itu jika kita ingin tahun depan mencoba lagi.
Naskah saya yang gagal, saya sudah tahu penyebabnya dan tentunya tahun depan tidak akan saya ulangi lagi. Selamat berjuang untuk hasil tulisan yang lebih baik di masa akan datang.
Lubuk Batu Jaya, 11 Agustus 2025