Beberapa waktu lalu saat buka bersama dengan teman-teman kuliah, saya diajak ikut membuat gerakan velocity yang sedang viral di TikTok. Saya mengikutinya karena saya penasaran apa sebenarnya velocity ini?
Velocity sebenarnya adalah efek lambat yang digunakan di aplikasi TikTok. Sebuah video yang dibuat dengan gerakan tertentu lalu diubah suai dengan kecepatan cepat menjadi lambat menggunakan efek velocity yang ada di TikTok. Alahasil, video velocity ini jadi trend buka bersama di tahun 2025.
“Guys, jangan lupa video velocity-nya ya!” teman kami yang tidak hadir buka bersama buru-buru menjapri kami, dan jadilah video yang sedang jadi trend FYP di TikTok tersebut.
Strategi Pemasaran Digital
Dalam perspektif komunikasi pemasaran, segala sesuatu hal yang unik dan menarik, dapat mendatangkan views, menarik secara emosional, dan rasional, semuanya bisa jadi strategi dalam pemasaran.
Media sosial TikTok adalah media baru yang memungkinkan seseorang melakukan pemasaran secara digital dengan menggunakan strategi dan daya tarik tertentu.
Saya melihat velocity telah menjadi satu trend FOMO di media sosial yang dapat menjadi media pemasaran yang efektif. Mulai dari dosen sampai artis ternama Nagita Slavina dan Rafatar misalnya, mereka telah mengunggah trend velocity tersebut.
Bagi TikTok sendiri, velocity adalah keberhasilan mereka dalam meningkatkan terus pengguna TikTok, mempertahankan kemampuan media sosial itu dalam bersaing dengan Facebook dan Instagram. TikTok berhasil membuat sesuatu yang orang lain merasa butuh secara trend, sehingga tanpa dipaksa dan bahkan dengan keinginan yang kuat, warganet akan membuat konten-konten di TikTok.
TikTok dikenal sebagai media sosial yang mampu menciptakan budaya baru dari produk bisnisnya. Jika bisnis selama ini masuk melalui budaya yang ada, TikTok membuat gebrakan dengan menciptakan budaya baru bagi konsumennya. TikTok berhasil, dan bagaimana pun ini adalah strategi pemasaran yang mungkin harus dipelajari para pebisnis. Bagaimana sebuah produk bisa menciptakan budaya baru, kebutuhan baru, dan terciptalah FOMO itu.
Memanfaatkan Strategi Marketing Orang Lain
Apakah keberhasilan marketing TikTok dalam velocity ini bisa kita manfaatkan untuk marketing kita juga?
Jawabannya tentu bisa. Video Pak Dosen viral gara-gara ia membuat postingan dengan gerakan velocity tersebut. Seseorang bisa membuat softselling produk melalui velocity tersebut.
Misal promo buku atau produk-produk lainnya yang dikombinasikan dengan gerakan velocity tadi.
Ya, dalam perspektif tertentu kita memang memandang trend joget TikTok ini sebagai hal negatif yang tidak bermanfaat. Namun, dalam perspektif pemasaran, semuanya bisa diolah menjadi hal positif yang bermanfaat.
Ngomong-ngomong, kamu sudah nyoba velocity itu?
De Daikos, 23 Maret 2025