Bolak-balik naik pesawat pernah nggak sih kita mikir filosofi seseorang yang naik pesawat? Pesawat adalah kendaraan yang paling banyak membutuhkan proses pemeriksaan. Mulai dari identitas, metal detector, boarding, dan lainnya.
Pemeriksaan berlapis harus kita lalui untuk terbang menuju ke atas.
Inget waktu di ruang metal detector? Semua yang kita miliki harus dilepas dan diperiksa, semakin kita tidak membawa apa-apa, semakin cepat dan lancar pemeriksaan. Kalau kita merenung, seolah beginilah nanti kehidupan akhirat.
Apapun yang kita punya harus dilepas, dan semuanya akan diperiksa dengan detil.
Nunggu di ruang boarding adalah penantian untuk terbang, sementara identitas kita semuanya diperiksa di setiap pintu. Kita bertanggung jawab masing-masing atas diri kita, begitulah nantinya.
Identitas kita adalah hamba, hamba yang bagaimana? Sudah benarkah kita menjadi hamba?
Perjalanan menuju terbang kita harus berkemas. Semakin banyak yang kita bawa, semakin banyak yang diperiksa, semakin banyak pula risiko.
Saya selalu salut dengan teman yang bisa bepergian cukup dengan ransel, ya walaupun akhir-akhirnya ini saya sudah melakukannya. Ternyata demikian juga perjalanan kita ke akhirat, semakin ringan bawaan, semakin lancar perjalanan. Karena itulah menjelang wafat Rasulullah pun menginfakkan sisa uang 9 dinar yang beliau miliki. Agar tidak ada hisab kelak di harta yang dimiliki.
Saat telah di pesawat, pemandangan ke bawah akan semakin kecil. Rumah-rumah kita, bangunan, gedung, atau harta apapun itu tidak lagi terlihat.
Ini adalah pesan, bahwa semakin kita ke atas, maka semakin kecil lah sesuatu yang ada di bawah untuk kita lihat. Semakin tinggi keimanan yang kita miliki, semakin kecil pulala kita melihat dunia.
Pada saat terbang pendengaran kita akan sakit dan jika semakin naik akan semakin hilang, setelah pendengaran maka yang hilang adalah penglihatan (tidak bisa lagi melihat permukaan bumi), lalu jika terus naik lagi, maka semuanya akan hilang dari diri kita, tetapi nanti kita akan bertemu Tuhan di sana (kematian-red).
Jadi, kenapa kita harus takut kehilangan jika ingin bertemu Tuhan?
Sungguh semuanya adalah kontemplasi. Perjalanan terbang ke posisi tertinggi, dia adalah perjalanan menuju ilahi.
De Daikos, 15 April 2025