Hati-Hati Kena NPD, Gangguan Mental yang Tidak Disadari: Catatan Nafi’ah al-Ma’rab

Di perbincangan grup kecil kelas komunikasi sedang ramai ngobrolin soal NPD (Narcissistic Personality Disorder), semacam gangguan mental yang sekarang sedang banyak menjangkiti orang, diam-diam, tanpa sadar, dan intensitasnya sedikit demi sedikit.

Gangguan NPD ini biasanya ditandai dengan rasa percaya diri yang over dosis, bersikap manipulative, dan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dikagumi.

Ciri-ciri umumnya begini, menganggap dirinya lebih baik dan lebih penting dari yang lain, sulit berempati, mengalami delusi akan statusnya, sering mengkhayal sebagai orang yang sukses dan berbakat, sensitif kritikan, dan sering memanipulasi orang lain untuk sesuatu yang dia inginkan.

Ternyata orang semacam ini ada, dan mungkin dalam intensitas yang kecil juga terjadi pada diri kita juga.

Sikap NPD ini terjadi karena banyak faktor. Bisa karena pengasuhan, pengabaian, trauma, genetika, dan lainnya. Akibat sikap ini benar-benar menyebalkan.

Hubungan pertemanan, keluarga, percintaan, kekeluargaan dan seterusnya bakal terganggu karen sikap tersebut.

Jadi solusinya apa? Kami sedikit mengkaji akan hal ini. Semacam analisis kualitatif subjek penelitian yang ada di kelas kami (bahasa gibah secara akademik).

Ternyata solusinya bimbingan agama aja.

Ini sebuah penelitian yang dilakukan peneliti dari UIN di Bandung menyebutkan, remaja Gen Z yang mengalami NPD cenderung akan berkurang prilakunya setelah mendapatkan bimbingan keagamaan.

Dalam penelitian tersebut, peneliti juga mengungkap masalah NPD sudah ada sejak zaman kenabian.

Sebuah hadist dikutip dalam artikel tersebut:
Artinya: _Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; “Wahai Muhammad, berlaku adillah!”. Maka beliau berkata: “Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil”. Kemudian Umar berkata; “Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya! Beliau berkata: “Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan)” (Muslim: 1063,34 Ahmad: 14819,35 An-Nasa’i: 803336)_

Balik ke Islam, NPD bisa ditundukkan dengan mengembalikan keyakinan dan keimanan yang lebih baik kepada Allah.

Semoga kita terlindung dengan gangguan mental yang meresahkan ini ya.

De Daikos, 6 November 2024

Comments (0)
Add Comment