Hari ini 22 Februari adalah usia yang sudah mulai dewasa bagi Forum Lingkar Pena. Angka 28 bukan lagi muda, menyisakan catatan pekerjaan rumah untuk bekerja dengan usia yang semakin sepuh itu. Forum ini didasari nilai-nilai perjuangan untuk kebaikan, maka sampai hari ini pun kita akan terus merasakan perjuangan itu.
Forum Lingkar Pena itu bukan kendaraan eksekutif untuk membawa kita pada puncak kesuksesan, tetapi justru inilah ruang-ruang yang harus kita bangun. Kita bangun pondasinya, kita susun dindingnya, kita kokohkan tiang-tiangnya, atapnya, lalu kita ajak orang-orang untuk merasakan keteduhan di rumah yang kita bangun itu.
Forum Lingkar Pena adalah organisasi kepenulisan yang dilandaskan pada nilai-nilai kaderisasi. Forum ini tidak hanya mendorong orang untuk sekadar berkarya secara pribadi, tetapi orang-orang yang bergabung di sini adalah orang yang bersetuju bahwa kita harus berlanjut melalui kaderisasi organisasi yang berkesinambungan.
Maka jawaban saya atas pernyataan orang-orang yang menyatakan bahwa FLP adalah organisasi eksklusif sederhana saja, jika Anda bersedia bergabung menjadi kader-kader penulis masa depan Indonesia yang siap saling mendukung dan menguatkan, maka tak ada istilah eksklusif itu. Duduklah di sini bersama kami, kita berbincang untuk literasi Indonesia yang berkelanjutan.
Berdewasa dan Berkolaborasi
Forum Lingkar Pena adalah wadah orang-orang membangun peradaban melalui literasi. Kita dipersiapkan untuk hadir bagi Indonesia tercinta. Maka jika ingin besar, bangunlah perspektif membangun Indonesia. Kita perlu berdewasa dan berkolaborasi dengan siapa saja yang memiliki visi misi perjuangan searah.
Saya mengibaratkan, FLP adalah software hebat di masa lalu yang perlu kita tingkatkan kinerjanya, fiturnya perlu diupdate seiring dengan perkembangan waktu. Maka ia akan tumbuh sebagai kekuatan peradaban yang diperhitungkan di Indonesia. Sebaliknya, jika kita tidak bisa menyesuikan dengan perkembangan yang ada, software kita akan ditinggalkan karena dianggap sudah tidak sesuai lagi fiturnya dengan kebutuhan saat ini.
Kembali Kepada Asholahnya
Kembali kepada asholah perjuangan Forum Lingkar Pena adalah memperjuangkan nilai-nilai kebenaran melalui tulisan. Maka jangan sampai kemurnian tujuan itu pudar. Hasrat dan ambisi pribadi kadang membuat kita lalai dengan tujuan ini. Pencitraan diri sebagai penulis menghapus nilai-nilai keikhlasan di hati kita. Bekerja jika ada untungnya untuk pribadi, mencari hidup dari literasi, membangun pencitraan palsu tanpa kontribusi. Itulah penyakit kita.
Selain kadang kita memang benar-benar tidak peduli. Kita lebih sibuk dengan urusan pribadi, kita bahkan masih bertanya apakah aku masih FLP?
Seberapapun pertambahan usia FLP ini tidak akan ada dampaknya bagi diri kita pribadi jika tidak dilandasi dengan upaya untuk memahami gerak perjuangan organisasi ini. Mereka yang bertahan pada awalnya dimulai dengan pemahaman, kesanggupan, dan kunci akhirnya adalah keikhlasan.
Maka saya katakan, penilaian kita kepada pejuang-pejuang di organisasi ini adalah soal loyalitas. Seberapa lama ia bertahan, seberapa lama ia berperan. Sehebat apapun di awal, jika berakhir seketika, maka semuanya akan terhapus. Mereka yang hebat adalah mereka yang setia, mereka yang memiliki loyalitas pada kebenaran.
Akhirnya Kita Bertanya dari Mana Memulainya?
Pada akhirnya kita perlu bertanya dari mana memulainya? Memulainya adalah dengan pemahaman, keikhlasan, dan amal.
Pahami FLP, meluruskan niat, dan mulailah bekerja di dalamnya. Bekerja untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Itulah sebaik-baik kader yang selaras dengan landasan rekrutmen organisasi.
Mereka pula yang akan berpeluang mengumpulkan pahala kelak hingga ke surga. Memaknai pekerjaannya sebagai dakwah dan perjuangan. Menjaganya dengan ikhlas dan istiqomah. Semoga kita ada padanya. Aamiin
De Daikos, 22 Februari 2025
Nafi’ah al-Ma’rab (Koordinator Divisi Kaderisasi BPP Forum Lingkar Pena)