Jenis dan Karakteristik Lebah
Lebah (Apis cerana) termasuk ke dalam klasifikasi filum Arthropoda (hewan berbuku-buku), golongan Insecta (serangga) dan ordo Hymenoptera (hymen : selaput, dan pteron : sayap, artinya serangga bersayap selaput). Ciri-ciri ordo Hymenoptera adalah sebagai berikut 1] sayapnya berjumlah dua pasang, sayap depan lebih besar dari sayap belakang dan sayapnya berupa selaput; 2] tipe mulut menggigit dan menjilat; 3] larva tidak berkaki; 4] metamorfosisnya sempurna (holometabola); dan 5] segmen terakhir dari abdomennya (perut) berubah menjadi penyengat.
Lebah termasuk Insecta yang membentuk susunan masyarakat (sosial), artinya tidak hidup secara sendiri (soliter). Dengan polimorfisme yang jelas karena adanya tiga kasta dengan pembagian tugas kerja yang berbeda yaitu:1) lebah ratu (queen) yaitu lebah betina fertile (subur); 2) lebah jantan (drone), lebah ini terjadi karena adanya peristiwa parthenogenesis, di mana sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Lebah jantan ini setelah kawin mati; dan 3) lebah pekerja/pegawai (worker) yaitu lebah betina yang bersifat steril secara reproduktif, bertugas mengumpulkan nektar dan serbuk sari (pollen), memberi makan larva dan ratu, menghasilkan malam/lilin (beeswax) untuk membangun sarang, menjaga, dan mempertahankannya.
Individu-individu dalam kasta, berbeda dalam penampilan eksternalnya. Lebah jantan (drone) mempunyai abdomen lebar, sedangkan lebah betina yang fertile mempunyai abdomen sempit dan panjang, sedang lebah pekerja/pegawai (worker) umumnya mempunyai kantong (ember) serbuk sari pada kakinya.
Selama hidupnya seekor lebah ratu melakukan penerbangan perkawinan (nuptial flight). Dan dapat kawin dengan beberapa lebah jantan (drone). Sperma yang diperoleh kemudian disimpan dalam spermathecha dan dapat digunakan untuk membuahi telur selama masa reproduktifnya. Dalam organ ini spermatozoa hidup bertahun-tahun. Telur-telur yang dibuahi menghasilkan lebah pekerja atau lebah ratu. Lebah ratu terbentuk karena diet yang diperoleh berbeda dari diet yang diberikan pada lebah pekerja. Calon lebah ratu mendapat “royal jelly” yaitu bubur untuk ratu. Lebah jantan berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi dan perkembangannya secara parthenogenesis dan jumlah kromosomnya haploid.
Dalam pembentukan sperma (spermatogenesis) tidak terjadi meiosis, sebaliknya dalam pembentukan telur (oogenesis) terjadi meiosis. Sebab itu sel telur lebah madu bersifat haploid. Tiap lebah ratu punya dua gonad dan dari dua gonad ini kemudian bersatu sebelum sampai ke lubang genital (alat reproduksi). Perkembangan telur yang dibuahi terjadi dalam sarang lebah (tala: hive) melalui larva dan pupa, hingga terjadi metamorfosis sempurna (holometabola). Telur yang tidak dibuahi berkembang menjadi lebah jantan (drone), sedangkan telur yang dibuahi oleh sperma menjadi lebah betina, baik lebah pekeja (worker) maupun lebah ratu (queen)
Manfaat Lebah Bagi Manusia, Hewan dan Tumbuhan
Lebah termasuk dalam ordo Hymenoptera, salah satu dari sekitar 30 ordo yang dikenal dalam kelas Insecta. Ordo Hymenoptera memiliki manfaat sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Diantaranya: 1) lebah memegang peranan penting dalam penyerbukan bunga tanaman budidaya, 2) lebah merupakan salah satu mata rantai makanan bagi kelangsungan hidup di muka bumi, 3) berperan terhadap perkembangbiakan tumbuhan langka seperti anggrek Ophyrs insectifera yang hanya dapat berkembang biak karena kehadiran lebah yang mempunyai kantong pollen di kepalanya dan berfungsi sebagai perantara dalam proses penyerbukan anggrek langka ini, dan 4) madu yang dihasilkan lebah merupakan minuman alami yang bernilai gizi tinggi, memiliki antiseptik dan antibiotik, mengandung enzim yang lengkap, vitamin dan rasa unik yang bermanfaat bagi kesehatan, sebagai faktor pertumbuhan yang dapat merangsang perbaikan sel-sel di dalam tubuh, kaya akan kandungan klorofil, protein, lemak, karbohidrat dan serat yang tinggi. Tak aneh bila kemudian banyak dimanfaatkan manusia sebagai obat dan khasiat lainnya.
Kisah Lebah dalam Al-Qur’an
Lebah adalah salah satu hewan yang namanya diabadikan Allah SWT menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an. Yakni Surat An-Nahl [16] terdiri dari 128 ayat. Surat ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah. Di dalamnya terdapat firman Allah SWT yang bercerita tentang lebah, yaitu ayat 68 yang artinya: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat manusia.”
Lebah adalah makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan lebah dengan Al-Qur’an Al-Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl [16] Ayat 69 “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam/jenis) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-banar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Sedangkan Al-Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa (umat manusia) sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Menurut Muhammad Nasib Ar-Rifa‘i dalam bukunya Kemudahan dari Allah : Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, Penerjemah Syihabuddin, Gema Insani Press, Jakarta, 1999 (hlm. 1042-1043) kata ‘wahyu’ dalam QS. An-Nahl ayat 68 bermakna ilham, petunjuk, dan bimbingan dari Allah kepada lebah agar ia membuat sarang tempat berlindung di gunung-gunung, di pepohonan dan di tempat yang dibangun manusia. Sarang lebah sangat kuat dan sempurna (bagi ukuran lebah) dalam hal bentuknya yang persegi enam dan kerapatannya sehingga tidak ada lubang.
Allah SWT memberi kemampuan lebah untuk memakan berbagai jenis buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang dimudahkan Allah SWT sesuai dengan kemauannya, baik di udara, darat, lembah, maupun di pegunungan, lalu ia kembali ke sarangnya tanpa sesat. Ia membuat malam atau lilin (beeswax) dari apa yang ada pada sayapnya, mulutnya mengeluarkan madu dan duburnya mengeluarkan telur yang menjadi anak. Kemudian ia pergi di pagi hari ke tempat-tempat di mana ada makanan.
Sedangkan pada ayat 69 yang artinya “Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”, masih menurut Tafsir Ibnu Katsir bermakna bahwa di dalam madu terdapat obat bagi manusia. Artinya, madu itu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin karena madu itu panas, sebab bukankah penyakit biasanya diobati dengan antinya? “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan”, berarti pemberian ilham kepada hewan yang bertubuh lemah ini, sehingga ia terbang ke berbagai tempat, memakan aneka buah-buahan dan mengumpulkannya hingga menjadi makanan madu yang merupakan makanan terbaik tidak terlepas dari perintah Allah SWT pada makhluknya. Pada lebah dan madulah benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang memikirkan keagungan pencipta, penguasa dan penakluknya. Hal inilah yang bisa dijadikan bukti bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Pemurah lagi Maha Pengasih.
Belajar dari Kehidupan Lebah
Pelajaran hidup yang dapat dipetik dari kehidupan lebah yang dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara antara lain: 1] lebah adalah makhluk Allah SWT yang hidupnya dikenal bermasyarakat (makhluk sosial) bukan sendiri (soliter), dari itu hendaknya kita harus selalu hidup bergotong royong dan tidak selalu menghujat satu sama lain. Sebab kepentingan umat [sosial] harus lebih diutamakan dari kepentingan pribadi dan golongan; 2] lebah mempunyai sifat yang tidak merusak dan makan makanan yang indah seperti sari putik bunga dan berbagai jenis buah-buahan. Lebah membantu memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke putik bunga betina, sehingga terjadi pembuahan. Lebah tidak pernah hinggap dan makan di tempat yang kotor (sampah). Dari sini terdapat pesan agar manusia hendaknya mencari rezeki yang halal, baik untuk kepentingan jasmani maupun rohani; 3] Sarang lebah menghasilkan madu yang sangat lezat rasanya dan berkhasiat bagi kesehatan manusia, yaitu obat bagi bermacam-macam penyakit. Sengatannya pun dipahami dapat dimanfaatkan sebagai obat (pada jenis penyakit dan praktik tertentu); 4] lebah tidak pernah mengganggu dan tidak pernah merusak lingkungan, baik manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan, tetapi jangan coba-coba diganggu oleh siapa pun.
Kesimpulan
Pada lebah, manusia sebenarnya dapat mengambil segenap hikmah dan ibrah. Bekerja tanpa banyak suara, memberi tanpa banyak meminta, hidup bersama tanpa saling merusak, dan meninggalkan manfaat bagi kehidupan. Lebah bukan sekadar makhluk yang menghasilkan madu saja, tetapi juga menghadirkan pelajaran tentang kerja sama (teamwork), keteraturan, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kemanfaatan. Sebagai manusia yang beriman hendaknya hidup di manapun kita dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan tidak merusak ekosistem yang ada. Sungguh suatu pelajaran yang sangat mulia dan berharga bila kita mau belajar dan berpikir. Semoga kita semua dapat bercermin pada lebah. Wallahua’lam bish-shawab.
Guru MTsN 1 Bengkalis & Alumni Program Magister PAI-IAIN Datuk Laksemana Bengkalis