TALIBUN NASIHAT : Mohd. Nasir

17

TALIBUN NASIHAT

Mohd. Nasir

Pohon pinang jangan diukur
Kalau diukur harus dipotong
Agar pelepahnya tidak terkulai
Bila senang bersikap jujur
Suka bersedekah dan suka menolong
Hidupnya tenang jiwa pun damai

Tinggi sungguh pohon kedondong
Dahannya menjuntai sampai ke tanah
Mengambil buahnya berhati-hati
Bila orang suka berbohong
Dosanya besar dimurkai Allah
Mendapat siksa di akhirat nanti

Sore hari matahari redup
Angin bertiup di atas rumah
Burung terbang berbondong-bondong
Kalau orang menyadari hidup
Ia taat dalam beribadah
Selalu jujur malu berbohong

Enak sungguh kue bolu
Bila dimakan bersama roti
Rotinya disimpan dalam bejana
Memikirkan dunia jangan terlalu
Pikirkan juga kehidupan nanti
Semua kita akan ke sana

Pergi ke kebun menanam tomat
Tomat ditanam bersama ubi
Bila petang daunnya kuncup
Kalau kita mau selamat
Kerjaan semua perintah Rabbi
Berbuat baik semasa hidup

Sore hari kerja merajut
Rajutan dibuat berkait-kaitan
Dikerjakan orang lanjut usia
Bila usia sudah lanjut
Badan sering sakit-sakitan
Jangan lagi mengejar dunia

Bengkalis, 23 April 2026

Mohd. Nasir lahir tahun 1960. Mulai menulis di beberapa media masa sejak tahun 1986 dengan berbagai bentuk tulisan; puisi, cerpen, dan artikel sastra. Dari tahun 1991 hingga 2007 banyak mengikuti lomba dan sayembara menulis dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat. Pernah terpilih dan diundang ke Jakarta sebanyak 7 kali sebagai pemenang tingkat nasional dalam Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan dan Lomba Menulis Cerita Pendek. Hingga kini sudah menerbitkan 15 buku dan lebih 20 antologi. Tahun 2026 terpilih sebagai penerima penghargaan pelaku/pegiat sastrawan kategori kiprah 40 tahun dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kini dipercaya sebagai Korwil Perruas Sumatera Perruas.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan