Di Bawah Glodokan Tiang: Puisi Masnita
Di bawah pohon glodokan tiang
Di dalam tenda kuning
Di bumi Pekanbaru yang mendung
Kita…
Blonde Yang Menghitam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bleaching dulu agar warna lain lebih sesuai keinginan pasca pengaplikasiannya di rambut.…
Kidung Mengukir Hati: Puisi Kairan Hanafi
Pandangan terpaku pada parasnya.
Melihat matanya yang berkilau,
Rambut panjang hitam…
Syair Megahnya Provinsi Riau: Karya Sariana
Assalamualaikum pemula kata diucap
Semoga menjawabnya tidak gagap
Semuanya tersenyumlah…
Lambang Segan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Ada pada suatu harinya, sejak puisi puasa agak beberapa putaran benda langit, di situlah…
Anti Imigran dan Islamophobia di UK
Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi kekerasan-kekerasan dan kekisruhan di beberapa…
Keseganan Pertemanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kamu sajalah yang pegang pena, sesuai selera. Pakai yang kamu punya bila ada, yang punya…
Gema di Keheningan Malam: Puisi Taufiiq Rahmat
Di kala malam kumulai terlelap
Sayup-sayup kudengar suara
Sejenak kumerenung
Siapa dan…
Gagal Sebenarnya: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sudah sampai ke generasi yang hampir menghabiskan tangga huruf. Sistem penanggalan sesuai…
Segelas Kopi Sore Hari Menanti Tawa: Puisi Muslih Marju
Segelas kopi diberi pemanis jualan yang laris di sore antara waktu yang lelah.
Mulai…
Deskripsi Kasih: Puisi Dewis Pramanas
Kau tabur bunga-bunga asmara
Dibalik resah yang tertanam
Bulir-bulir itu menetes…
Serenada Rahsa: Puisi Dewis Pramanas
Menjelang pagi, aku masih saja bercengkrama dengan coleteh-coletehmu yang buatku tersenyum…
Bunting Bintang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Penghuninya jelas ada. Jauhlah memang dari daya, belum dicoba.
Sekarang sedang bunting…
Kenan Kampung Kanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kemudian berkisar dua windu memutuskan gelar dada kerah suai kepala yang bakal tegap…
Ibu Tercinta: Puisi Delima Tri Yanka
Pujaan hatiku adalah ibuku
Wanita hebat,dalam jiwaku
Ibu,walau aku selalu saja membuatmu…