“Mengeja Senja di Teluk Pambang” Kepada MZ: Puisi karya Musa Ismail

5
Musa Ismail

Bismillah,
Di Teluk Pambang, laut mengaji pada senja,
membaca doa dari bibir pantai yang luka,
bakau bungkuk seperti seorang tua menjunjung adat
dengan akar dan setia menahan tanah maruah

Setiap tahun ombak datang membawa kabar
mengikis laman kenangan
sejengkal demi sejengkal kehilangan tubuh
Nelayan tetap menambat harap pada tiang-tiang subuh.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

GURINDAM MULUT : Mohd. Nasir

Wahai laut, rumah zikir Melayu
menyimpan ingatan masa kanak-kanak
menjaga kehidupan di setiap derasnya arus

Di Teluk Pambang, kanak-kanak bermain gelombang
Angin pantai menyimpan air mata
belajarlah dari pasang surut kehidupan
Jika kelak pantai bertanya kepada zaman
siapa yang menjaga tanjung, bakau, dan lautan?
biarlah tumbuh dari hati kanak-kanak di pagi hari
Di selat biru, doa-doa Pambang berlayar
merangkai kabar hingga ke muara
bersampan seperti tasbih yang sabar
menghitung rezeki, menghitung usia, menghitung luka tanah pusaka
Dan bila suatu hari ombak menagih sumpah
biarlah roh kampung bangkit
dari akar bakau yang berlumpur
Tenemukalah jalan pulang kepada marwah!

Alhamdulillah.

Teluk Pambang, Sabtu, 09 Rabiul Awal 1448 H / 22 Agustus 2026

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan