Kisahmu Kemarin Malam: Daris Kandadestra

85

Kau bilang kemarin hujan di kotamu. sesaat rindu berdamai dengan ragu yang tiba-tiba hadir mengusik ingatan tentang dia. kau duduk di deretan kursi empuk di temani alunan melodi di alun-alun. menyeruput kopi menanti reda. lapat suara panggilan tertimpa ramai denting di atap. meski tak berjarak hanya soal hitungan menit yang terbuang dalam lamunan kosong. kau tenggelam lama bersama suara detak jam di dinding cafe. kau tersadar kala kopimu tumpah. mengenai kemeja mahal yang baru kau beli seminggu lalu. sejenak kau memaki sumpah serapah atas kesalahan yang kau sendiri pelakunya.

Hujan menggila disertai sambaran petir yang mengejar kilatannya sendiri. rasa yang tadinya damai kini mulai gusar. kau tatap air yang berebut masuk kedalam selokan melaui pintu dan jendela yang tak dapat ditutup rapat karena terganjal kotoran manusia. tak satupun dahan bahkan akar yang dapat di pegang dari hanyut bersama rongsokan. hujan kian betah berlama-lama mencurahkan rindu yang kau kirim kemarin lewat doa

Berita Lainnya

Jalanan telah tergenang sampai lutut orang dewasa. tanah telah mual meminum cairan hitam berbau busuk. genangan air sudah setinggi dada orang dewasa. tapi masih dianggap tak apa-apa.ek

Tuah Madani, Januari 2024

Daris Kandadestra adalah nama pena dari Dedi Saputra yang lahir 12 Juli 1984 di Enok, Riau. Penulis merupakan anggota FLP Cabang Pekanbaru, Komunitas SCW Pekanbaru dan peserta Bilik Puisi Sumatera 2023. Kicauannya dapat di lihat di Instagram @daris_kandadestra atau di akun facebook Daris Kandadestra. Dapat di hubungi lewat Email: dariskandadestra@gmail.com atau wa 085264883343.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan