Jalin Silaturahmi Rumpun Melayu, PENAMA dan PENALIS Gelar Pertemuan Literasi di LAMR Kabupaten Bengkalis

9

BENGKALIS-TIRASTIMES — Persatuan Penulis Bengkalis (PENALIS) bersama Persatuan Penulis Negeri Melaka (PENAMA) menggelar pertemuan silaturahmi dan dialog literasi lintas negara yang berlangsung penuh kehangatan di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga, merawat, dan melestarikan tradisi literasi serta kebudayaan Melayu di kawasan serumpun Indonesia–Malaysia.

Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Dato’ Seri Syaukani Karim, dalam sambutannya menegaskan kembali rekam jejak sejarah Bengkalis yang sangat erat dengan dunia kepenulisan. Beliau mengingatkan kembali nama-nama besar seperti Soeman Hs sebagai pelopor cerita pendek Indonesia hingga Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, yang memiliki keterikatan historis yang kuat dengan Bengkalis. Menurutnya, rekam jejak ini mengajarkan betapa eratnya hubungan sejarah, budaya, dan sastra yang telah lama terjalin antara para penulis di Bengkalis dan Melaka.

Sementara itu, Muhammad Isa Selamat menekankan bahwa ikatan antara kedua wilayah tidak sekadar ikatan antarnegara, melainkan hubungan kekeluargaan yang berakar pada jejak Islam Melayu. “Kita adalah satu darah dan serumpun. Sastra menjadi sarana utama untuk memahami akar dan sejarah Melayu secara mendalam,” ungkapnya.

Tulisan Terkait

Gadis Kopi Kenangan: Cerpen Jasmiko

Berita Lainnya

Marhaban Ramadhan: Catatan Cak AT

Ketua PENALIS, Marzuli, menyampaikan bahwa PENALIS hadir sebagai wadah baru untuk menghimpun para penulis di Negeri Junjungan sekaligus meneruskan tradisi penulisan yang telah dirintis para pendahulu. Pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga predikat Bengkalis sebagai “Kota Penulis“. Kehadiran dan dukungan dari rombongan PENAMA diakui menjadi amunisi dan penguat semangat bagi pengurus PENALIS yang baru terbentuk.

Di sisi lain, Ketua PENAMA, Tuan Hj. Ahmad Zawawi Bin Mokhtar, mengungkapkan bahwa kunjungan ke Pulau Bengkalis ini merupakan perjalanan spiritual dan kultural untuk menemukan kembali akar budaya Melayu. Kunjungan ini digagas untuk menggali serta memelihara khazanah budaya Melayu agar tidak lekang oleh zaman dan dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Pertemuan lintas negara tersebut diisi dengan sesi dialog interaktif serta sharing pengalaman pengelolaan gerakan literasi dari kedua belah pihak. Sebagai simbol ikatan persaudaraan dan sinergi kebudayaan, acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata serta saling bertukar karya buku antara PENALIS dan PENAMA.

Melalui sinergi ini, kedua belah pihak optimistis akan lahir berbagai aksi nyata di bidang literasi antarnegara, mulai dari penerbitan karya bersama hingga program pertukaran sastrawan secara berkala. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, pengurus dan anggota PENALIS, delegasi PENAMA, serta para tamu undangan dari kalangan pegiat seni dan budaya.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan