Pusara Akhir: Puisi Sande

7

lidah bersilat memakai perisai
demi harga kepuasan sesaat
hitam putih tak jadi soal
halal tercoret dari catatan

lupa berpijak pada tanah rapuh
pondasi kokoh dimakan rayap
tarian api pelahap segala
gelombang cinta laut menyapa

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

gunung bertebaran bagai bulu
bumi menjadi lembaran datar
biji zarah kembali wujud asal
menunggu hari peradilan tiba

Pamulang, 8 September 2026

Sande, seorang ibu pekerja yang hobi menulis puisi. Baginya, puisi adalah rumah eksplorasi kata, imaji, dan rasa. Saat ini, Sande aktif mengikuti beberapa kelas kepenulisan puisi, salah satunya kelas puisi @asqaimaginationschool. Ig @sandesjourney

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan