Segala tabir luruh dipangkuan riuh
Menutup anyir darah yang membasuh
Tiada terdengar lagi seruan iba nan renyuh
Bungkam, seolah telah usai gaduh
Dentum, asap, dan tangis dibawah langit teduh
Tiada terdengar lagi seruan dari negeri nun jauh
yang biasa melaknat musuh
Bayi dan anak-anak tumbuh dalam peluh
Tiada terdengar lagi seruan meminta luluh
Mereka tetap merapal do’a seraya bersimpuh
Pada Ilahi, dada mereka tegap utarakan keluh
Tiada terdengar lagi seruan yang dulu utuh
Palestina belum benar-benar sembuh
Jiwa saudara kita masih mengerang runtuh
Mencabar prahara berdegup keruh
Sumarah, teriring pinta meski dunia pejam seluruh
Dari bangkit hingga tumbangnya surya yang aduh
adalah gugusan tangis melihat semua masih rapuh
Tiada terdengar lagi seruan dari negeri nun jauh
Mungkinkah mereka jenuh?
namun satu hal, Palestina belum benar-benar sembuh.