Hati Hati Sepenuh Hati Agar Hati Tidak Pecah Patah: Tausyiah Buya Mas’oed

9

INDAHNYA NASEHAT JIKA DISAMPAIKAN PADA TEMPATNYA

Al-‘Allâmah Ahmad bin Yahyâ An-Najmîy Rahimahullàh berkata,

وما أحسن النصيحة إذا كانت في محلها إنها هدية ثمينة لمن أراد أن يصون بها دينه. (رد الجواب, ٦٧ )

“Betapa bagusnya sebuah nasehat yang disampaikan pada tempatnya. Karena nasehat merupakan hadiah yang sangat berharga bagi seseorang yang ingin menjaga agamanya.”
(Râddu Al-Jawâb, 67).

MARI KITA SIMAK KISAH SANG ISTRI MEMBANGUNKAN SUAMINYA MALAM HARI

كانت عمرة
(امرأة حبيب العجمي)
توقظ زوجها للصلاة ليلا وتقول:

Dahulu ‘Umrah,
istri Hubaib Al-‘Ajamîy pernah membangunkan suaminya untuk shalat malam, lalu ia pun berkata,

“قم يا رجل! فقد ذهب الليل، وجاء النهار، وبين يديك طريق بعيد وزاد قليل، وقوافل الصالحين قد سارت، ونحن قد بقين”
(صفة الصفوة ٤\٣٥ )

“Wahai laki laki… Bangunlah !!! Sungguh malam telah berlalu dan siang akan datang.
Dihadapanmu terbentang jalan yang sangat jauh sementara perbekalan kita sangat sedikit.
Dan sungguh rombongan orang orang shaleh telah berjalan mendahului kita, sementara kita masih berdiam disini.”
(Shifatu Ash-Shafwah, 4/35)

MENJAGA SEKEPING HATI JANGAN SAMPAI PECAH ..!

Hati bukanlah kaca, namun ia bisa pecah…
Menjaga hati agar tidak rusak amat penting. Hati yang rusak dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan, perasaan sedih, marah, dan kecewa. Dalam Islam, hati dianggap sebagai pusat spiritual dan emosional manusia. Oleh karena itu, menjaga hati agar tidak rusak adalah sangat penting. Hindari berbuat dosa dan perbuatan yang tidak baik, karena dapat menyebabkan hati rusak.

HATI BUKAN KAYU,
TAPI IA BISA PATAH,
MAKA JANGANLAH BERBUAT SESUKA HATI …

Dalam Al-Quran, Allah berfirman ;
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan–kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”
(QS. At-Tahrim: 8).

Menjaga hati dikala sendiri sudah terasa sulit apa lagi dikala harus berbaur dengan ummat. Perbanyaklah Berzikir dan berdoa: Zikir dan doa yang dapat membantu menjaga hati agar tidak rusak.

Hati itu mudah tergores dan luka bahkan dalam tawa & canda. Ia bisa terluka hanya karena kedipan mata. Beribu kebaikan bisa sirna seketika saat satu luka menghujam hati dalam dada. Berbuat baik kepada orang lain dapat membantu menjaga hati agar tidak rusak.

Hati-hati jangan sampai pecah dan patah hati.
Pecah hati sulit di obati kecuali hanya orang2 yang benar2 ikhlas pilihan Allah …

JAGA HATI, PIKIRAN DAN PERASAAN

Hindari pikiran dan perasaan negatif, seperti kebencian, iri hati, dan dendam.

STOP BANYAK BICARA

Imàm Ibnu Hibbân Rahimahullàh berkata,

الواجب على العاقل أن يلزم الصمت إلى أن يلزمه التكلم، فما أكثر من ندم إذا نطق، وأقل من يندم إذا سكت . (روضة العقلاء :رقم: ٤٥ )

“Wajib bagi orang yang berakal untuk lebih banyak diam dibandingkan banyak bicara. Betapa banyak orang yang menyesal karena banyak bicara, dan sedikit orang yang menyesal karena diam.”
(Raudhatu Al-‘Uqalâ, hal. 45)

MELETAKKAN HARAPAN HATI KEPADA SANG PENCIPTA PUN KADANG TERASA PERIH DAN SULIT, SAAT KESABARAN BELUM SEMPURNA.

Apalagi berharap kepada manusia yang dapat berpaling kapan saja.

Berita Lainnya

Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah ia adalah hati.”
(HR. Al-Bukhari)

HATI-HATILAH, JANGAN SAMPAI PECAH HATI ..!

MENGAPA HIDUP SELALU TERBEBANI OLEH ORANG LAIN ?

Rasûlullâh Shallallâhu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

“Siapa mencari ridha Allah ketika orang-orang tidak suka, maka akan Allah cukupkan ia dari beban manusia.
Barangsiapa yang mencari ridha manusia, dengan kemurkaan Allah, akan Allah buat ia terbebani oleh manusia“.
(HR. At-Tirmidzîy no. 2414, Ibnu Hibbân no. 276)

Menjaga hati jangan pernah lupa memohon penjagaan dari Yang Maha Membolak balikkan hati.

PEMBERANI ITU SELALU MENASIHATI PARA PEMIMPIN

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَرَجُلٌ قَالَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ

“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan orang yang berdiri di hadapan penguasa zhalim, lalu ia menyuruhnya berbuat ma’ruf dan melarangnya dari berbuat munkar.”
(HR. Al-Hàkim, Mustadrak ‘alà shahîhain, no. 4884).

Mintalah agar dijauhkan dari segala penyakit hati, dendam, buruk sangka, syirik, kikir. dan segala hal yang merusak ketaatan. Aamiin ya Mujiibas Saailiin …

Tiada manusia sempurna yang luput dari kesalahan, namun jangan jadikan itu pembenaran untuk berbuat sesuka hati, apalagi mengulang khilaf yang sama … Allahul musta’an…

Tiada tempat meminta selain Engkau …
Dan tiada tempat kembali selain Engkau …

Semoga kelak engkau panggil kami pulang dalam keadaan hati yang bersih.
Aamiin ….

SERINGLAH SEDEKAH, WALAUPUN SEDIKIT

Al-Imâm Ibn Bâz Rahimahullàh berkata,

“فيشرع لـكـل مؤمن الإكثار من الصدقة ولو بالقليل حتى يجد ثوابها عند ربه أحوج ما يكون إليه.”
مجموع الفتاوى ٣٣٦/١٤

“Disyariatkan bagi setiap muslim untuk memperbanyak sedekah walaupun sedikit, sehingga dia dapati pahalanya disisi Rabbnya disaat dia sangat memerlukan itu.”
(Majmû Fatâwâ, 14/336)

Dan tak lupa untuk selalu memohon ampun atas khilaf yang terbersit di hati dan pikiran, maupun yang wujud dalam tindakan, perbanyak dzikir dan amal kebaikan sebagai pengobat hati.

TERIMALAH NASIHAT ITU

Al-Imâm Syaikh Rabî’ bin Hâdîy Al-Madkhalîy Hafizhahullâh berkata

“لا يجوز للمسلم أن يستصغر الناصح أو يحتقره مهما كان شأنه.”
[مقال قبول النصح والانقياد]

“Tidak boleh bagi seorang muslim untuk merendahkan orang yang menasehati atau meremehkannya bagaimanapun keadaanya.”
(Maqâlu Al-Qabûli An-Nushi wa Al-Inqiyâdi).

Semoga Allah memberikan Hidayah dan Rahmat-Nya kepada kita Semua …
Salam hormat. Wassalam

Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan