Merindumu: Bunda Swanti

80

Kau adalah mimpiku
Kurangkai dalam sunyi
Tak terbilang rajut terjalin
Berupa satu kata penuh cinta

Dalam diam kuninabobokkan rasa
Kusanjung rindu hanya padamu saja
Menggapai bayangmu di seduhan kata
Bagiku kehadiranmu itu terlalu memesona

Menetaplah dalam degup yang tertata
Adamu begitu dekat tanpa teraba
Dengan diam kueja makna

Sehatlah jaga hati dan raga
Biarkan aku puas memuja
Adamu nun jauh di mata.

Rokan Hilir, 27 Januari 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan