Perkuat Literasi Generasi Muda, PD GPMB Riau Bersama Balai Bahasa dan LAMR Jadi Narasumber Gelar Wicara di Festival Literasi Kota Dumai 2026

5
DUMAI-TIRASTIMES Pegurus Daerah Gerakan Pembudayaan Minat Baca (PD GPMB) Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya tutur dan baca di Riau. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran Ketua PD GPMB Provinsi Riau, Herayulwita, S.Sos., M.Si., sebagai salah satu narasumber dalam Diskusi Panel Gelar Wicara pada rangkaian Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026, dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan & Bulan Gemar Membaca Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).
Acara yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dipusatkan di Perpustakaan Umum Nahar Effendi Kota Dumai, Jalan Tanjung Jati Nomor 1, Kecamatan Dumai Timur. Dalam kesempatan tersebut, Herayulwita membawakan materi bertajuk “Membangun Budaya Baca dan Gerakan Literasi untuk Menguatkan Generasi”.
Selain GPMB Provinsi Riau, diskusi panel ini juga menghadirkan dua narasumber kompeten lainnya, yaitu Dr. Umi Kulsum, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau) Yang memaparkan materi “Cakap Berbahasa, Kreatif Berkarya” dan Syahrul Affandi, S.Pd. (Lembaga Adat Melayu Riau / LAMR Kota Dumai) Yang menyampaikan materi “Menguatkan Jati Diri Generasi Muda melalui Identitas dan Budaya Lokal”.
Tulisan Terkait
Berita Lainnya
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si. Turut hadir memberikan dukungan penuh, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Riau, Indra, S.E., M.Si, MM.
Suasana diskusi panel berlangsung interaktif dan hangat dengan hadirnya jajaran Bunda Literasi Kota Dumai, pegiat dan komunitas literasi lokal, serta peserta dari kalangan pelajar (SMA/SMK/MAN dan SMP/MTs) hingga mahasiswa. Tak hanya ajang berdiskusi, kemeriahan Festival Literasi Kota Dumai 2026 ini juga diwarnai pameran aneka produk kerajinan tangan dan stan kuliner khas Dumai yang memikat para pengunjung.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, diharapkan gerakan literasi di Kota Dumai tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi pijakan berkelanjutan dalam merawat kegemaran membaca serta menguatkan karakter generasi muda berbasis budaya lokal. (fir)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan