Puisi Untuk Perpisahan | Puisi : Firman Wally

139

PUISI UNTUK PERPISAHAN

Iya, langit pada hari ini begitu cerah

secerah katong awal berjumpa

ada manis senyum di sana

ada sentuhan menghangatkan hati penuh kasih,

 berdegup merdu dalam jiwa

Terima kasih ibu bapak deng adik-adik telah menerima katong di sini sebagai keluarga

di tempat yang indah ini, tempat yang surga ini

bertabur ilmu, bertabur cinta, bertabur doa

di setiap kali berjumpa, di setiap kali tatap muka

Terima kasih ibu dan bapak

untuk persediaan waktu

Jelas terlukis sudah bahwa selama ini Ibu bapa dong begitu tulus pas kali

sampe-sampe seng mengeluh untuk bege-bage bahu

maski ibu bapa dong bermandikan keringat

tapi itulah yang akan menjadi satu hal yang paling katong ingat

Maaf kalau selama katong berada di sini

katong bikin ibu bapak dong kecewa, Biking ibu pada dong marah-marah

baik sengaja maupun seng sengaja.

dan Itulah manusia jauh dari kesempurnaan

Namun dari itu, semoga bapa ibu dong dapat memahami, dapat memaknai bahwa itu adalah tumbuh awal katong berlajar untuk berkembang, sebagaimana dengan pengharapan katong.

Mungkin sedikit saja yang katong bisa beri

Berita Lainnya

Ini Nomor Urut Capres Pemilu 2024

seng sebanding dengan apa yang ibu bapa kasih selama ini

Terima kasih ibu bapa dong

Terima kasih juga untuk

adik-adik yang senantiasa belajar bersama katong

Maaf kalau kaka dong pernah menyentuh kulit kulit adik dong. Marahi adik-adik dong, namun sejujurnya itu adalah bagian dari rasa Terima kasih kaka dong, bagian dari ikhlas mendidik adik-adik, supaya kedepannya adik-adik dong dapat menjadi orang-orang yang berguna untuk diri, keluarga, Orang-orang terdekatan dan tentunya untuk negara tercinta ini

Beberapa bulan katong di sini, banyak hal yang katong temukan keindahan di dalamnya, tentu itu adalah bagian dari berkat pemberian ibu bapak dan adik-adik yang paling katong kasihi

Pertemuan, perjumpaan yang telah katong jalani bersama-sama begitu sangat berharga

Dan awal katong berjumpa tergambar sudah raut wajah bahagia

Namun apadaya di akhir ini, katong harus

berpisah, lepas pelukan

dengan disertai pipi yang basah

Maaf kalau katong ada salah

Dan

Terima kasih untuk pemberian segala-galanya

Akhir ucap ada satu pantun

untuk ibu bapak deng adik-adik, tentunya untuk katong samua.

****

Pergi ke kabong panen kadondong

Kadondong di cuci deng air parigi

Kalau Tuhan masih menyediakan nafas lagi untuk katong

semoga katong dapat berjumpa lagi

Hila, 5 Desember 2022

Firman Wally pria kelahiran Tahoku 03 April 1995. Lulusan Universitas Pattimura Ambon jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia.  Namanya sudah tergabung kurang lebih 60 antologi  bersama. Antologi tunggalnya "Lelaki Leihitu" "Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan" dan "Menghibur Luka". Puisi-puisinya pernah dimuat di berbagai redaksi baik online maupun cetak: APAJAKE, SEMESTA SENI, ELIPSIS, Poros Timur dll.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan