Puisi Naufal Ramadhan Yonma

208

JANUARI

Hujan dini hari tadi turun begitu deras,
berhasil menciptakan kobakan air mata
Menjiprat cagak siapa pun yang melaluinya
Napas naik turun dengan rambut berantakan
Mata terpejam erat bercampur isak yang jatuh sangat kurang ajar

Aku merutuk, mencaci maki Tuhan atas garis takdir-Nya
Menampari pipi dengan amat kuat,
Merobek jiwa dengan darah sialan yang menetes menyakitkan

Berita Lainnya

Di ujung sana,
Kau lari menghampiriku
Kau menahan daguku,
mencekalnya untuk menatap iris mata yang berisi separuh duniaku
Menggambarkan dekap beralas rangkulan

Kau memukuliku dengan ucapan keras karena telah menyalahkan Tuhan
Kau mendorongku, seolah-olah menyuruhku sadar
Setelah itu, kau merangkulku
Membawaku masuk ke dalam dekap hangat seorang teman

Saat itu, aku merasa kuat
Memiliki lebih banyak tenaga untuk menghadapi dunia
Aku berjalan di depan, dan kau ada tepat di belakangku,
Memberi dukungan untuk bangkit

Bulan Januari berakhir, dan aku berhasil bersahabat dengan luka
Mengendalikan diri dalam luapan emosi membenci Tuhan
Dan kau masih tetap menjadi tameng kala aku kehujanan
Menjadi perisai kala aku butuh tenaga melawan bumi.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan