Sementara: Puisi Nadhira Fatya

116

perlahan ku dekap daun biru yang menggores ujung mataku
dengan air mata yg setia menunggu untuk segera dibebaskan
luka palung itu terlalu pilu
kini kuhanya bisa bersimpuh sedu sedan
sampai ajal menjemputku

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan