Kutelan mentah-mentah
lisanmu yang mengoyak dada
bak ditikam belati bengkok menghujam
terburai duka dan nestapa
tergores sudah raga hingga atma
kau pandai nyata bersilat lidah
rupamu elok bukan bagai malaikat
tapi
bagai hasutan dan bisikan syetan
yang selalu menemani kehidupan
kutunggu
alai-belai dari ungkapan bualmu
namun balasan hanya anggap yang kudapat
kucoba memelas kasih
tapi … apa yang kudapat?
umpatan dan cacian yang tak senonoh
kini
kulari di hadapan pandanganmu
mencoba jalan baru untukku lalui
agar terhapus kisahku yang perih
menoreh hingga ke jantung batin
agarku selamat dari amukan kasarmu.
Pekanbaru, 01032024