Desember dan Senyum Perawan Yang Memecahkan Ruangan | Puisi : Wail Ar

148

DESEMBER DAN SENYUM PERAWAN YANG MEMECAHKAN RUANGAN

Akhirnya dan akhirnya

Sebuah potret dingding berlapis kenang

Rubuh menjadi keping-keping luka

Menepis habis segala yang kusebut cinta

Melumat pahit kangen dari ingatan yang berkepanjangan.

Tulisan Terkait

Esok dan seterusnya

Tak ada lagi yang mesti aku pahat di dinding itu

Nama-nama indahnya sudah meluber bersama abu

Setelah perawan memecahkan ruangan dengan senyuman yang mematikan.

Jogja, 2022

Wail Ar, pemuda kelahiran Sumenep Madura. Mahasiswa UNU Yogyakarta. Sejumlah puisinya dimuat di Jawa Pos, Radar Madura, Harian Bhirawa, Rumah Baca, Literasi Sumenep, Negeri Kertas, Dunia Santri, Lintang Indonesia.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan