Pemuisi Jalanan : Puisi Amalia Putri

2

Pemuisi Jalanan

 

begadang adalah jalan satu-satunya memperkaya kosakata

baru-baru ini sang pengembara waktu giat menunaikan ibadah puisi

menuangkan adagium ke dalam batang tubuh

mencatat takaran yang perlu diurutkan dari lembar pertama hingga berikutnya

Berita Lainnya

mempertimbangkan kelayakan pembuatan sepenuhnya

sekiranya belum sepaham, wajib mencocokkan ulang nomor seri yang telah direkomendasikan

tanpa rasa iba, satu per satu mulai tumpas

sia-sia mengaktifkan kata baku jika puisi singkat tak dapat membangkitkan gelora jiwa

 

Ketapang, 30 Juni 2026

Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya
termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBA News, Madurapers, Mbludus.com,
MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, Sanggam.id, SumenepNews.com, dan
sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara
Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama(2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu(2023), Rahasia Hati
Yang Tak Pernah Terucap(2023), Simpul Rasa(2023), dan Aku di Garis Penantian(2024), Jejak Masa
lalu(2025), dan Luka yang tak Bersuara(2025).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan