Iya, langit pada hari ini begitu cerah
secerah katong awal berjumpa
ada manis senyum di sana
ada sentuhan menghangatkan hati penuh kasih,
berdegup merdu dalam jiwa
Terima kasih ibu bapak deng adik-adik telah menerima katong di sini sebagai keluarga
di tempat yang indah ini, tempat yang surga ini
bertabur ilmu, bertabur cinta, bertabur doa
di setiap kali berjumpa, di setiap kali tatap muka
Terima kasih ibu dan bapak
untuk persediaan waktu
Jelas terlukis sudah bahwa selama ini Ibu bapa dong begitu tulus pas kali
sampe-sampe seng mengeluh untuk bege-bage bahu
maski ibu bapa dong bermandikan keringat
tapi itulah yang akan menjadi satu hal yang paling katong ingat
Maaf kalau selama katong berada di sini
katong bikin ibu bapak dong kecewa, Biking ibu pada dong marah-marah
baik sengaja maupun seng sengaja.
dan Itulah manusia jauh dari kesempurnaan
Namun dari itu, semoga bapa ibu dong dapat memahami, dapat memaknai bahwa itu adalah tumbuh awal katong berlajar untuk berkembang, sebagaimana dengan pengharapan katong.
Mungkin sedikit saja yang katong bisa beri
seng sebanding dengan apa yang ibu bapa kasih selama ini
Terima kasih ibu bapa dong
Terima kasih juga untuk
adik-adik yang senantiasa belajar bersama katong
Maaf kalau kaka dong pernah menyentuh kulit kulit adik dong. Marahi adik-adik dong, namun sejujurnya itu adalah bagian dari rasa Terima kasih kaka dong, bagian dari ikhlas mendidik adik-adik, supaya kedepannya adik-adik dong dapat menjadi orang-orang yang berguna untuk diri, keluarga, Orang-orang terdekatan dan tentunya untuk negara tercinta ini
Beberapa bulan katong di sini, banyak hal yang katong temukan keindahan di dalamnya, tentu itu adalah bagian dari berkat pemberian ibu bapak dan adik-adik yang paling katong kasihi
Pertemuan, perjumpaan yang telah katong jalani bersama-sama begitu sangat berharga
Dan awal katong berjumpa tergambar sudah raut wajah bahagia
Namun apadaya di akhir ini, katong harus
berpisah, lepas pelukan
dengan disertai pipi yang basah
Maaf kalau katong ada salah
Dan
Terima kasih untuk pemberian segala-galanya
Akhir ucap ada satu pantun
untuk ibu bapak deng adik-adik, tentunya untuk katong samua.
****
Pergi ke kabong panen kadondong
Kadondong di cuci deng air parigi
Kalau Tuhan masih menyediakan nafas lagi untuk katong
semoga katong dapat berjumpa lagi
Hila, 5 Desember 2022
Firman Wally pria kelahiran Tahoku 03 April 1995. Lulusan Universitas Pattimura Ambon jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Namanya sudah tergabung kurang lebih 60 antologi bersama. Antologi tunggalnya "Lelaki Leihitu" "Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan" dan "Menghibur Luka". Puisi-puisinya pernah dimuat di berbagai redaksi baik online maupun cetak: APAJAKE, SEMESTA SENI, ELIPSIS, Poros Timur dll.