Rinduku tercabik kala menyulam sepi
Terluka dalam genggaman dan mati rasa
Perlahan kujahit luka yang tak berdarah itu
Agar mampu kembali merajut rindu
Pada rembulan kusampaikan pesan
Pada gemercik air ku tumpahkan rasa
Di tepi mahligai impian kita kutitipkan
Lalu kuperdengarkan renjana membahana
Saat malam kian larut
Embusan sang bayu tajam menelisik
Hujan kerinduan mengguyur kalbu
Bergetar jiwa kulangitkan doa
Pasrah dalam sujud di sepertiga malam
Mampu mengganti lebatnya hujan dengan rinai
Agar payung kerinduan itu mampu menampung derasnya rindu
Hingga langit semburat jingga tersenyum syahdu
Pelalawan, 20 September 2022
Sih Yuliawati, lahir 24 Juli 1972 di Kota Jakarta. Guru SDN 006 Pangkalan Kerinci, di Kabupaten Pelalawan Riau. Hobby mendengarkan musik, membaca dan menulis. Sudah menulis beberapa buah buku solo kumpulan cerpen, antologi cerpen, quotes dan puisi. Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat FATIRA adalah cita-citanya. Memiliki motto hidup ”Indahnya Hidup dengan Saling Berbagi.”
Bagus sekali puisinya, bu Yuli … Maantaap..