

Ladong, Tujuh Belas Tahun yang lalu.
Cerita kita
Menapak di bumi Nangroe
Ladong memanggil
Kita berlari di debur ombaknya
Di Indrapatra
Menyambut malam dengan bintang gemerlap di atasnya.
Tidur di bawah langit-Nya.
Meunasa damai dalam lantunan dzikir
Senyum ramah Aneuk Agam
Menghapus gundah gulana
Tertunduk Inong menahan pandang
Menggelayut senyuman penuh arti
Bieng tersenyum dalam jala.
Canda tawa renyahmu kawan
Dalam ikatan persahabatan kian hari kian dalam.
Semerbak aroma kupie berbaur dengan gelak tawa
Di warong Geucik
Sembari menonton acara televisi
Cerita kita mula bersemi
Ayahwa
Cutwa
Dek gamku
Maafkan cut bang
Tak pernah lagi kita bersua
Ladong lon sayang
Haba geut?
Tuah Madani, 6 Agustus 2023