Kolaborasi Maksimal

4

Program Mengarak Teater bertajuk,” Class Acting dan Pertunjukan Monolog” terlaksana atas kolaborasi Lembaga Teater Selembayung, Studio 16 YSR Kids dan DKC Cerenti.

Saya berbangga hati, Bang Fedli dan Micko Celo mengajak kami untuk berkolaborasi. Kami langsung tancap gas dan berhasil mencapai target dengan 25 peserta class akting dan mengabiskan 200 tiket untuk pertunjukan monolog. Hasil ini memudahkan kami untuk bergerak kedepannya,” jelas Yussafat Rose Lidya alias Rose, pimpinan Studio 16 YSR Kids.

Rose berkisah, saat tawaran itu diterimanya, ia membentuk tim kecil. Menyusun strategi dan menggencarkan promosi keberbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) sederajat serta masyarakat umum.

Saya melakukan promosi kecil-kecilan ke sekolah dengan memperkenalkan program ini. Lalu mempersembahkan pertunjukan monolog yang saya buat sendiri. Ternyata ramai anak-anak yang berminat. Bagi saya, ini luar biasa untuk Cerenti yang jauh dari pusat kota,” ulas pengajar sekolah dasar negeri (SDN) 007 Kampung Baru Cerenti yang diamini kawan-kawannya sesama pengurus DKC Cerenti, usai pertunjukan monolog “3431”, Sabtu (9/5/2026).

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Rose sendiri, sebelumnya pernah bergabung bersama komunitas teater di kampusnya UIN Susqa dan memainkan beberapa karya diberbagai perhelatan. Dia juga membentuk komunitas teater anak yang terbilang langka di Riau. Meski komunitas kecilnya, belum menggelar pementasan teater anak, namun spirit untuk segera mewujudkannya kian membukit akibat dari kehadiran dua seniman asal Pekanbaru itu.

Selain promosi ke sekolah dan masyarakat di kampungnya, Rose juga mencari berbagai pihak sebagai donatur. Hasilnya juga tak terduga, bahkan ada pihak yang memborong tiket untuk diberikan kepada siapa saja yang mau menonton namun belum bisa membeli tiket sendiri. Tidak hanya itu, ada pula pihak yang membiayai berbagai keperluan produksi acara, termasuk membiayai uang class acting bagi anak kurang mampu.

Penonton yang terdata, ungkap Rose, juga banyak yang hadir dari kampung-kampung lain. Mereka memang sengaja hadir karena mengenal Fedli Azis dan Micko, juga karena penasaran serta rindu ingin menonton teater. Paling tidak, kata Rose, kerja maksimal mereka berbuah manis.

Teater punya kekuatan dan daya tahan untuk memperpanjang usia kerja kreatifnya. Buktinya, di Cerenti kami sudah buktikan,” akunya meyakinkan.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan